Hari pertama
MOS nih! Wah akhirnya.
Di hari
pertama, tentunya kami mengikuti upacara formal bersama kakak kelas. Di tengah
acara ada pembagian beasiswa bagi siswa yang menduduki peringkat parallel, wah
hebat ya!
Berhubung
upacara selesai, semua murid kembali ke kelas. Kalau kelas X-4 ada di tingkat
ke dua di pojok kiri. Disitulah satu tahun ini aku mengemban ilmu.
Master kelas ku pun datang, dan memberi instruksi kepada kami, apa yang seharusnya kami lakukan. Ternyata kami harus berbaris, cowo cewe. Haduh males banget deh. Tapi ternyata tidak semales yang aku kira. Aku dekat dekat aji, dia persis di depanku. Dia perempuan lho! Bukan laki-laki. Anaknya baik dan asyik diajak ngobrol.
Master kelas ku pun datang, dan memberi instruksi kepada kami, apa yang seharusnya kami lakukan. Ternyata kami harus berbaris, cowo cewe. Haduh males banget deh. Tapi ternyata tidak semales yang aku kira. Aku dekat dekat aji, dia persis di depanku. Dia perempuan lho! Bukan laki-laki. Anaknya baik dan asyik diajak ngobrol.
Kami semua pun
ke aula, dengan atribut yang telah kami persiapkan malam hari. Berupa hastra
brata, pita merah putih dan name tag. Laki-laki yang ada di sebelahku adalah
Kukuh. Sedangkan yang disamping Aji adalah Rochmat. Ya, setahuku itu namanya
yang ia tulis di hasta brata. So, aku panggil dia dengan nama itu.
Setelah kami
mengikuti acara di aula, saatnya makan siang! Ada beberapa peraturan yang kami
harus lakukan, dan semua itu telah dicontohkan oleh OSIS. Pertama pemimpin MOS,
mempersiapkan dan memberi aba-aba untuk makan.
Pemimpin: Ambil sikap duduk
Siswa : Siap!
Ambil sikap duduk
Pemimpin:
Kerjakan!
Siswa : Siap!
Kerjakan. ( Duduk )
Pemimpin:
Berdoa dipersilahkan
------------
Pemimpin:
duduk siap grak!
Siswa : prok
(nepuk lutut) Selamat Makan!
Nah baru makan deh! Rempong juga sih cara makannya. Tapi begitu aturannya harus di turuti. Di sinilah kejenakaan teman laki-lakiku terlihat. Si Rochmat mengatakan beberapa celoteh yang membuat anak yang mendengarnya tertawa, tapi kan ini lagi makan, masa ketawa? Makanya itu, ada temen yang sempat lempar dia pake tutup kardus makan. Karena dia ngga mau diem.
Kalau reader dengerin
celotehnya, pasti ikut tertawa terpingkal-pingkal juga! Maaf ya ngga di
cantumin, soalnya pakai bahasa Jawa, takutnya banyak yang kurang mengerti, dan
yang pertenting, aku juga lupa. Maklum.
Hari itu
berlalu dengan cepat. Tepatnya, pukul 15.30 kami semua pulang!! Sebenarnya sih
ada hal-hal chemistry. Tapi ada romancenya. So, tidak patut untuk di tulis,
lagian ngga begitu penting juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar