Selasa, 24 Juli 2012

Bautiful Day 5


Di hari ketiga. Ada razia orang cantik (?) bukan!. Yang benar itu razia tas. Jadi tas kami di periksa. Dan jika ada barang yang tidak ada sangkut pautnya dengan MOS, akan disita, tapi di kembalikan lagi kok kalau udah pulang sekolah.

Dan ternyata ada barang dari tasku yang disita. Oh tidak!! *lebay*. Dan yang disita adalah lem! Dipikir-pikir, memangnya lem tidak ada sangkut pautnya dengan MOS? Entahlah. Yang penting itu peraturannya, dan harus ku taati. Lagian temanku tisunya di sita, hihihii.

Setelah peraziaan, coklat kami yang ada di kalung coklat diberikan satu ke OSIS. Sebenarnya, aku engga ikhlas banget! Itu coklat mahal banget! Eh,bukan...Bukan karena itu. Tapi karena, saat kami meminta tanda tangan anak OSIS untuk tugas MOS, OSIS banyak yang ngga mau. Nyusahin banget deh pokoknya.Tapi jika kami mengelak memberikan coklat, coklatnya malah diambil dua-duanya, yah! Baiklah aku ikhlas aja.

Dan anak OSIS yang menurutku paling ngga mau dimintai tanda tangan, adalah Kak Ari. Udah di suruh nyanyi kaya anak kecil, terus bergaya narsis di depan teman-teman, tetep ngga di kasih,mendingan sih aku tanda tangan sendiri kalau gini caranya. HAHAHA.

Jam makan siang pun tiba! Setelah prosesi yang pernah aku sebutkan di episode sebelumnya, jiahh kaya sinetron aja, kami pun makan makanan kotak itudengan tidak tenangnya. Lho kok bisa?. Jadi gini, kami di suruh makan dalam waktu 7 menit dengan percepatan waktu. Maksudnya? Maksudnya..Waktunya dipercepat, 7 menit berasa kaya lima menit gitu. Kami makan dengan tergesa-gesa tingkat dewa. Yaelah lebay amat sih.
Sebelumnya kami di beri tahu, supaya menyisakan satu sendok nasi plus lauk. Dan ternyata eh ternyata. Seusai makan, ada prosesi suap-suapan. Ini dia yang bikin aku geget bukan kepalang dengan ulah OSIS.

Untungnya, OSIS adil, OSIS juga suap suapan. Bukan suap-suapan sembarangan loh!. Tetapi berlawanan jenis, laki dengan perempuan.
Aku harus menerima takdir ini dengan sabar *jielah kaya dramatisasi aja* Seusai suap-suapan, ada outbond.
Sebelum Outbond, kami  mengumpulkan tugas dahulu. Yaitu menulis UUD 1945 bab 13 dan 15 juga...Surat CINTA!. Ya ampun. Aku asal-asal banget waktu buat surat cintanya, soalnya aku ngga pernah buat sih. Dan aku tuliskan ke OSIS yang aku tahu doang, yaitu kak Nizar Giyan R, yang menurutku pantas menerima surat dari lubuk hatiku aaa ciyeh ciyeh.
Flshback dah.
Kami berkumpul sesuai suku masing-masing. Maksudnya grup, tetapi dengan nama suku. Aku kebagian suku Ambon. 
Oubondnya asyik banget loh! Ada rintangan bamboo, kemudian menuliskan ‘NKRI harga mati’ dengan spidol yang ditali dengan tali yang dipegang oleh sepuluh anak, membawa air dengan wadah yang dipegangi dengan tali yang dipegang oleh sepuluh anak, kemudian melewati rentangan kaki teman se-grup dengan memegang bamboo.

Dan yang paling sulit adalah menuliskan NKRI harga mati. Karena di pegangi oleh sepuluh anak yang saling tidak mengenal satu sama lain. Tapi, Karen kekompakan, akhirnya kami berhasil menuliskan huruf ‘N’ saja!. Yaelah, dan kami tinggalkan begitu saja. Soalnya waktunya habis. HAHAHA. Pokoknya nyerah deh, hihihi ^ ^

Di games ke tiga, grupku di diskualifikasi, karena kesalahanku. Sebenarnya wadah itu ngga boleh di pegang, tapi karena kecerobohanku, grup kami tidak melewati games ini. Kecewa berat deh pokoknya !

Usai games, kami mengikuti upacara penutupan MOS, dramatisasi banget sih engga. Cuma pas terakhirannya itu loh. Ada reward buat OSIS dan siswa
Kalau buat Siswa, ada reward untuk anak yang menyelesaikan tugas dengan baik, membuat surat cinta terbaik dan grup terbaik. Kalau Osis, ada reward OSIS tercantik, terganteng, terkonyol, termanis, terkalem, terjudes, dll.
Kalau reward OSIS sih menurut pemilihan siswa baru. Dan master kelasku juga dapat reward loh! Kak Ampas dapat reward osis-ter konyol dan lucu, pas banget tuh!  Kalau kak Melodi dapat reward Osister termanis dan terlucu hihihi. Kalau terjudes, tentunya ketua OSISnya. Hahaha. Begitulah. Pokoknya title itu sesuai banget. Dan yang paling ngga sesuai adalah… osis-ter ganteng, yaitu kak Ari, huh! Dia kan pelitnya selangit, kok bisa dibilang terganteng sih!

Dan setelah bla bla bla begitu, kami pun kembali ke Home sweet home. Aku pulang naik becak, soalnya udah ngga ada angkot . Nasib :'(

Aku ngga sabar banget buat nemuin hari esok yang bakal indah di SMA. Putih Abu-abu nih yee!. Soalnya aku memainkan sinetron perdana kehidupanku, masa terindah, "katanya".
Post untuk hari ke tiga MOS yang paling panjang ya? Soalnya paling panjang juga sih sesinya. Sampai jam lima-an deh kalau ngga salah. Kalau salah… ya dikasih nilai satu aja, emangnya ulangan.
Udah ya bye J tunggu post ku tentang hari-hari di SMA berikutnya. Tunggu ya, nongol di layar kaca (?) Ngarep selangit.
Sampai jumpaaa..


Tag for: Aji, temanku yang bercita-cita menjadi komikus. ^___^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar